Jumat, 03 Mei 2013

Ditemukan Spesies Baru Tikus Raksasa Afrika


LUSAKA - Peneliti mengklaim telah menemukan spesies tikus tanah baru bertubuh besar atau raksasa. Dilansir Softpedia, Rabu (1/5/2013), seperti yang dilaporkan dalam jurnal Zootaxa, bahwa spesies baru tikus tanah raksasa ini ditemukan di daratan Afrika. Berdasarkan laporan peneliti, hewan mamalia pengerat ini berada di wilayah Zambia, Democratic Republic of Congo dan Angola. 

Laporan situs Mongabay menjelaskan, para peneliti kehidupan alam liar mulai menyadari keberadaan tikus tanah besar ini sejak 2002. Kendati demikian, di lebih dari 1 dekade lalu tikus ini tampak jauh lebih kecil ketimbang tikus jenis lainnya.

Para ahli kemudian meyakini bahwa ini merupakan spesies tikus tanah baru melalui beberapa tes pengujian. Spesies ini dikenal oleh para komunitas ilmiah dengan nama Fukomys vandewoestijneae. Spesies baru ini dikenali dengan bentuk tengkorak yang berbeda dengan tikus tanah pada umumnya.

Wikipedia menerangkan, tikus tanah atau mole merupakan anggota mayoritas dari keluarga mamalia Talpidae dengan ordo Soricomorpha. Tikus tanah memiliki badan berbentuk silinder dan tertutup oleh bulu.

Tikus tanah memakan binatang invertebrata yang hidup di bawah tanah. Makanan utama tikus tanah adalah cacing tanah. Air liur tikus jenis ini kabarnya mengandung racun yang dapat melumpuhkan cacing tanah.
dari:sumber

Planet Asing Ini Miliki Oksigen, Bisakah Dihuni?


WASHINGTON - Sebuah planet bernama Osiris, memiliki ukuran 2,5 kali lipat lebih besar ketimbangJupiter. Planet yang memiliki massa 220 kali lipat lebih besar dari Bumi ini memiliki atmosfer dengan kandungan oksigen.

Dilansir Howitworksdaily, Kamis (2/5/2013), Osiris memiliki kode nama HD 209458b merupakan planet besar yang mengorbit bintang kerdil kuning. Bintang ini berjarak 150 tahun cahaya dari Bumi.

Osiris merupakan salah satu planet ekstrasurya yang pertama kali ditemukan dengan memiliki kandungan hidrogen, karbon dan oksigen. Dengan kandungan oksigen ini, peneliti meyakini bahwa planet ini memiliki uap air. 

Apakah planet ini dapat dihuni? pertanyaan yang masih menjadi misteri bagi para peneliti. Namun, kemungkinan ini menjadi tempat yang baik untuk mencari lingkungan yang layak huni.

Peneliti mengatakan bahwa atmosfer Osiris mengalami penguapan. Planet ini mengorbit pada bintang induknya di radius seperdelapan dari radius Merkurius dengan Matahari. Sehingga, planet ini memiliki suhu permukaan yang panas.

Konon, temperatur terpanas bisa mencapai sekira 1.000 derajat Celcius (1.832 derajat Fahrenheit). Sehingga, atmosfer Osiris mengalami peristiwa mendidih pada tingkat 10 ribu ton per detik dan meninggalkan tanda uap sepanjang 200 ribu kilometer. 

Bukti uap air ini didasarkan pada pengamatan yang pertama kali dibuat oleh teleskop luar angkasa Hubble pada 2007. Pada 2009, ilmuwan meyakini bahwa Osiris merupakan planet asing pertama di luar sistem tata surya yang menunjukkan bukti adanya air untuk mendukung kemungkinan munculnya kehidupan. 
dari: sumber