Ladies, jika Anda sedang bekerja kemudian merasa sakit, apa yang Anda lakukan? Segera izin untuk pulang atau bertahan? Memang tidak ada orang yang ingin sakit, karena tentu saja rasanya tidak enak dan menghambat aktivitas. Tetapi jika memang tubuh sudah tidak mampu bertahan lagi? Sebaiknya perusahaan mempunyai kebijakan yang toleran untuk hal seperti ini. Namun berbeda dengan salah satu cabang restoran cepat saji McDonald di Chicago, toleransi terhadap karyawan yang sakit sangat rendah seperti dilansir dari nydailynews.com.
Seorang manager cabang McDonald di Chicago mengeluarkaan ancaman kepada salah satu karyawannya yang menderita diabetes. Bukan diberikan dukungan, namun manager ini tega mengancam akan menembak kepalanya jika Carmen Navarette sakit kembali. Akhirnya Navarrette pulang dengan menangis dan bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada Organizing Committee of Chicago Women Caucus. Wanita ini telah bekerja dengan setia selama 9 tahun di restoran tersebut. Namun perlakuan yang diterima dari manajernya ini membuatnya ketakutan dan putus asa.
Kejadian ini akhirnya disambut dengan unjuk rasa organisasi buruh. Selain permintaan untuk menghentikan kekerasan secara verbal, serikat buruh ini juga memperjuangkan upah $15 per jam atau sekitar 170 ribu rupiah. Upah yang selama ini diterima para pekerja makanan cepat saji ini sangat minim. Selain itu juga sering terjadi kekerasan secara verbal oleh atasannya. Salah satu spanduk demonstran bertuliskan, "Anda harus meletakkan peluru di kepala Anda sendiri". Para demonstran juga membagikan stiker yang berisi tulisan, "Rasa Hormat" serta "Hentikan penyalahgunaan verbal".
Ladies, apakah Anda pernah merasakan pengalaman ini?
[ sumber ]
Selasa, 11 Maret 2014
Aku Rapopo`, Ungkapan Miris Terpopuler Saat Ini
Aku rapopo`, ungkapan ini sedang jadi hits di masyarakat. Asal-usulnya ternyata dari media sosial yang lalu dipakai banyak orang untuk sekedar menegaskan `aku nggak apa-apa kok`, walau sebenarnya kondisi diri sedang tidak oke.
Penggiat media sosial beberapa waktu terakhir ini memang disajikan dengan kata-kata baru nan menggelitik, yang membuat pembacanya ketawa miris. Mulai dari 'Aku kudu piye, tuips?', 'Aku rapopo', sampai 'Isih penak zamanku tho, Le?', semuanya berhasil mencuri perhatian para social junker.
Sebenarnya, apa sih makna dari kata-kata itu, dan dari mana kata-kata itu berasal? Berikut penulusuran dari media sosial yang ditulis Selasa (11/3/2014):
1. Aku Rapopo
Dalam bahasa Indonesia, aku rapopo diartikan dengan aku tidak apa-apa, atau aku baik-baik saja. Di luar itu semua, makna dari Aku rapopo itu cukup dalam dan perih. Atau kata anak sekarang, Aku rapopo ini bermakna 'jleb'.
Korban dari aku rapopo ini biasanya mereka yang berstatus single atau jomblo. Sebab, di saat teman-teman atau orang lain pergi dan duduk bersama pasangan, dia justru menyendiri dan bertemankan boneka.
Di Path, gambar yang paling banyak dipost untuk menunjukkan 'Aku Rapopo' ini adalah seorang pria yang memeluk sebatang pohon, sedangkan pria lain berpegangan tangan dan memeluk pujaan hatinya.
Atau, seorang pria yang menangis ketika melihat truk gandeng lewat di depan matanya, dan seorang anak kecil mengatakan, "Truk aja gandengan, masa om enggak?"
Ada lagi orang sudah hampir tenggelam lalu melambaikan tangan dan di beri kutipan 'Aku Rapopo"
Saking bekennya ungkapan Aku Rapopo ini, muncul pula versi lucunya dengan kata yang hampir-hampir mirip yaitu kartu Kartun Pororo. Kartun lucu yang bercerita tentang si penguin kecil ini adalah film animasi yang terkenal asal Korea Selatan. Dengan lucunya di kartun itu tertulis 'Aku Rapopo', lalu di bawahnya tertulis 'Eh Salah ding, Aku Pororo".
2. Aku kudu piye, tuips?
Entah siapa orang yang pertama kali memperkenalkan kalimat ini. Yang jelas, 'Aku kudu piye, tuips?' berhasil mencuri perhatian dan selalu digunakan untuk menggantikan 'Aku harus bagaimana?'
Biasanya, kalimat ini digunakan ketika seseorang dihadapkan dengan sebuah pilihan sulit dan tidak tahu harus berbuat apa. Sehingga, dipakailah 'Aku kudu piye, tuips?'.
Seperti beberapa kicauan di bawah ini, yang berhasil Tim Citizen kumpulkan.
@kffaisal: Di KRL, ada seorang ibu yg gendong anak ditawarin duduk, doi bilang anaknya ga mau duduk, aku kudu piye tuips?
@faradudut: Kalo aku selalu kebangun jam segini, aku kudu piye, tuips?
@pratiwihputri: Nyokap nyodorin roti isi daging asap dan aku lagi diet, aku kudu piye tuips? :(
Tak hanya kata-kata, dalam sebuah meme (gambar plesetan), kalimat ini pun seringkali dipakai. Biasanya, meme-meme ini ngetrend di jejaring sosial seperti Path.
3. Isih penak zamanku tho, Le?
Nah, untuk yang terakhir ini, pertama kali dibawa oleh seorang pengguna Twitter, saat ia memosting sebuah gambar di bak truk. Gambar itu seolah menyindir apa yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini.
Adalah Soeharto, mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 yang sosoknya masih dianggap pahlawan. Ada yang mengatakan bahwa hidup di zaman Soeharto jauh lebih enak ketimbang hidup di bawah kepemimpinan Presiden yang sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Andai saja orang-orang itu tahu, kalau hidup di zaman Soeharto juga penuh `tekanan` dan `ketakutan`.
Memang orang Indonesia super kreatif, kalimat ini pun diplesetkan dan diperuntukkan bagi mereka-mereka yang memutuskan pacarnya, dan berpaling ke lain hati, tapi justru disakiti. Lalu si cowok seperti ngeledek mantannya berkata, "Penak zaman ku tho".
Inilah dunia social media, kata-kata lucu bisa jadi sangat populer dan pemakaian kata-katanya menular cepat dari satu orang ke orang lain.
Aku rapopo lainnya :
[ sumber ]

Penggiat media sosial beberapa waktu terakhir ini memang disajikan dengan kata-kata baru nan menggelitik, yang membuat pembacanya ketawa miris. Mulai dari 'Aku kudu piye, tuips?', 'Aku rapopo', sampai 'Isih penak zamanku tho, Le?', semuanya berhasil mencuri perhatian para social junker.
Sebenarnya, apa sih makna dari kata-kata itu, dan dari mana kata-kata itu berasal? Berikut penulusuran dari media sosial yang ditulis Selasa (11/3/2014):
1. Aku Rapopo
Dalam bahasa Indonesia, aku rapopo diartikan dengan aku tidak apa-apa, atau aku baik-baik saja. Di luar itu semua, makna dari Aku rapopo itu cukup dalam dan perih. Atau kata anak sekarang, Aku rapopo ini bermakna 'jleb'.
Korban dari aku rapopo ini biasanya mereka yang berstatus single atau jomblo. Sebab, di saat teman-teman atau orang lain pergi dan duduk bersama pasangan, dia justru menyendiri dan bertemankan boneka.

Di Path, gambar yang paling banyak dipost untuk menunjukkan 'Aku Rapopo' ini adalah seorang pria yang memeluk sebatang pohon, sedangkan pria lain berpegangan tangan dan memeluk pujaan hatinya.

Atau, seorang pria yang menangis ketika melihat truk gandeng lewat di depan matanya, dan seorang anak kecil mengatakan, "Truk aja gandengan, masa om enggak?"
Ada lagi orang sudah hampir tenggelam lalu melambaikan tangan dan di beri kutipan 'Aku Rapopo"
Saking bekennya ungkapan Aku Rapopo ini, muncul pula versi lucunya dengan kata yang hampir-hampir mirip yaitu kartu Kartun Pororo. Kartun lucu yang bercerita tentang si penguin kecil ini adalah film animasi yang terkenal asal Korea Selatan. Dengan lucunya di kartun itu tertulis 'Aku Rapopo', lalu di bawahnya tertulis 'Eh Salah ding, Aku Pororo".

2. Aku kudu piye, tuips?
Entah siapa orang yang pertama kali memperkenalkan kalimat ini. Yang jelas, 'Aku kudu piye, tuips?' berhasil mencuri perhatian dan selalu digunakan untuk menggantikan 'Aku harus bagaimana?'

Biasanya, kalimat ini digunakan ketika seseorang dihadapkan dengan sebuah pilihan sulit dan tidak tahu harus berbuat apa. Sehingga, dipakailah 'Aku kudu piye, tuips?'.
Seperti beberapa kicauan di bawah ini, yang berhasil Tim Citizen kumpulkan.
@kffaisal: Di KRL, ada seorang ibu yg gendong anak ditawarin duduk, doi bilang anaknya ga mau duduk, aku kudu piye tuips?
@faradudut: Kalo aku selalu kebangun jam segini, aku kudu piye, tuips?
@pratiwihputri: Nyokap nyodorin roti isi daging asap dan aku lagi diet, aku kudu piye tuips? :(
Tak hanya kata-kata, dalam sebuah meme (gambar plesetan), kalimat ini pun seringkali dipakai. Biasanya, meme-meme ini ngetrend di jejaring sosial seperti Path.
3. Isih penak zamanku tho, Le?
Nah, untuk yang terakhir ini, pertama kali dibawa oleh seorang pengguna Twitter, saat ia memosting sebuah gambar di bak truk. Gambar itu seolah menyindir apa yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini.
Adalah Soeharto, mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 yang sosoknya masih dianggap pahlawan. Ada yang mengatakan bahwa hidup di zaman Soeharto jauh lebih enak ketimbang hidup di bawah kepemimpinan Presiden yang sekarang, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Andai saja orang-orang itu tahu, kalau hidup di zaman Soeharto juga penuh `tekanan` dan `ketakutan`.

Memang orang Indonesia super kreatif, kalimat ini pun diplesetkan dan diperuntukkan bagi mereka-mereka yang memutuskan pacarnya, dan berpaling ke lain hati, tapi justru disakiti. Lalu si cowok seperti ngeledek mantannya berkata, "Penak zaman ku tho".
Inilah dunia social media, kata-kata lucu bisa jadi sangat populer dan pemakaian kata-katanya menular cepat dari satu orang ke orang lain.
Aku rapopo lainnya :






[ sumber ]
Langganan:
Postingan (Atom)

