Sabtu, 21 Februari 2015

Begini Cara Membedakan Batu Akik Asli atau "Masakan"


Maraknya batu akik membuat para pembeli waswas ketika memilih sebelum membelinya. Nah, bagi para pemula, apa saja yang harus diperhatikan?

Batu akik booming pada awal tahun 2015, membuat para penjual batu akik meraup keuntungan yang besar. Sementara itu, tidak mengherankan juga jika banyak "batu masakan" mulai masuk ke dalam pasar batu akik. Bagi pemula, mungkin akan menjadi hal yang sangat membingungkan untuk membedakan batu akik asli dengan batu akik masakan. Akan tetapi, dengan sedikit pengetahuan dan kesabaran, Anda pasti bisa membedakannya.

Untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik, biasanya para pembeli akan membawa senter. Ini adalah hal yang paling dasar untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik. Batu akik asli ketika disenter akan terlihat adaya serat-serat. Serat-serat ini jugalah yang menentukan harga dan kualitas batu akik. Batu akik masakan tidak akan memiliki serat, dan akan terlihat jernih sekali ketika disenter. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan pada batu-batu yang jernih dan tembus pandang seperti bacan dan pandan. Batu alami pasti memiliki serat-serat natural dan unik, berbeda dengan buatan manusia.


"Pokoknya untuk pemula lihat saja di bawah cahaya apa ada serat atau tidak. Jika teralu bersih, biasanya sudah pasti batu masakan, atau coba tempel ke kulit atau pipi. Jika dingin, maka batu akik asli. Saya sarankan bawa teman yang mengerti batu akik jadi bisa menjelaskan," kata Hendri, seorang pembeli batu akik.

Anda juga bisa mencoba meneteskan air ke atas batu, apabila tetesan tersebut menetap, maka batu akik tersebut sudah pasti asli. Hal pembeda lainnya adalah berat. Batu akik asli dan kaca bisa terasa berbeda beratnya. Akan tetapi, jika Anda baru mulai tertarik dengan batu akik, maka hal ini akan sulit dirasakan. Pembeli batu akik senior biasanya sudah langsung tahu hanya dengan melihat dan memegangnya.

"Memilih batu akik harus bersabar. Jika tidak, Anda akan cepat tertipu. Pertama-tama, harus mengerti tentang batu yang diinginkan, contohnya bacan. Sebelum beli, cari tahu dulu saja tentang batu bacan, tentang warna, harga, dan kualitas. Jangan langsung datang, lihat batu bacan, lalu nanti ditipu. Paling gampang, buka internet dan cari tahu tentang batu akik," ujar Endang, salah seorang penjual batu akik di Jakarta Gems Center (JGC), Rawa Bening, Jakarta Timur.

sumber

7 Ciri Anda Sudah Jadi Wanita Dewasa


Vemale.com - Tua itu pasti. Tapi, dewasa? Hmm... belum tentu. Kedewasaan itu tak serta merta ditentukan oleh bertambahnya usia kita. Ada banyak faktor yang menentukan kedewasaan seseorang.
Nah, Ladies, bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda sudah menjadi seorang wanita dewasa? Dilansir dari mindbodygreen.com, ada sejumlah tanda seseorang dikatakan dewasa secara emosional. Untuk lebih jelasnya, yuk, langsung kita simak uraiannya di bawah ini.
  • Anda Berani Mengakui Kesalahan Anda

    Apakah Anda masih sering menuruti sikap defensif Anda? Wanita yang dewasa adalah wanita yang berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat.
  • Tak Berpandangan Sempit

    Anda makin tahu mana yang bias dan mana yang hanya stereotip negatif belaka. Setiap kali melihat sesuatu atau membaca berita, Anda tak mudah menghakimi pihak lain atau mendiskriminasi orang lain. Sebaliknya, Anda selalu melakukan cek dan ricek setiap kali ada kabar yang simpang siur.
  • Menggunakan Kelebihan yang Dimiliki dengan Baik

    Kelebihan apa yang Anda miliki? Ladies, jika Anda adalah wanita dewasa, maka Anda pun tahu cara menggunakan kelebihan dan kemampuan yang Anda miliki dengan lebih bijak. Tak menyia-nyiakan kemampuan dan selalu mencari cara untuk mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.
  • Tahu Cara Mengontrol Emosi

    Anda tak mudah marah kalau ada sesuatu yang mengganggu Anda. Setiap kali merasa bad mood, Anda tak lantas bermalas-malasan. Anda tahu cara mengontrol emosi dengan baik, sekalipun sedang didera PMS.
  • Menerima Kekurangan Diri

    Tak egois dan selalu terbuka menerima masukan. Anda sadar bahwa Anda bukanlah orang sempurna. Anda kekurangan dan kelemahan dalam diri Anda. Dan, dengan berani menerima kekurangan diri, maka Anda sudah menunjukkan kualitas sebagai wanita dewasa.
  • Tak Membeda-Bedakan Orang Lain

    Tak bersikap menghakimi. Tak membeda-bedakan orang lain. Anda selalu, sebisa mungkin, berbuat baik untuk orang lain. Ketika bekerja pun, Anda bisa bersikap profesional di depan rekan-rekan kerja Anda. Anda pun tak segan untuk membantu orang lain yang sangat membutuhkan pertolongan Anda.
  • Tak Pernah Merasa yang Paling Pintar

    Semakin Anda mempelajari sesuatu, Anda semakin merasa "bodoh". Semua pengetahuan yang Anda miliki tak membuat Anda jadi orang yang egois dan paling pintar. Anda pun lebih mengikuti filosofi padi, semakin berisi, maka Anda akan semakin merunduk.
Ladies, kita semua hidup dengan menjalani berbagai tahapan dan proses. Untuk menjadi dewasa dan matang, ada usaha yang perlu kita lakukan.