Sabtu, 21 Februari 2015
Pengunjung Betul-betul Dimanjakan pada Festival Durian 2015
SEMARANG, KOMPAS.com – Festival Durian 2015 di Kota Semarang yang akan digelar tanggal 6-8 Maret 2015 nantinya benar-benar akan memanjakan lidah bagi penyuka durian. Pasalnya, sebanyak 150 petani lokal dilibatkan dalam pawai festival durian ini, belum lagi petani durian dari luar wilayah Kota Semarang.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Jawa Tengah, WP Rusdiana mengatakan, penyelenggaraan festival digelar pada Maret karena bulan tersebut banyak buah yang sudah dalam kondisi matang dan bisa dipanen. Segala jenis buah yang ada bisa diikutkan dalam festival tersebut, terutama buah durian. “Festival durian itu salah satu memperingati hari jadi Kota Semarang. Kami ingin agar potensi buah-buahan lokal bisa lebih terkenal. Untuk mutu buah, kami berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Jawa Tengah,” ujar Rusdiana, di Semarang, Kamis (12/2/2015).
Pada pelaksaan festival ini, Pemerintah Kota Semarang menggandeng kalangan masyarakat dan petani setempat. Pihaknya juga menggandeng kalangan asosiasi warga mijen petani buah. Hal berbeda dengan pelaksanaan Festival Durian 2014. Dalam festival durian ini, Rusdiana menginginkan agar festival durian bisa menjadi salah satu ciri dari Kota Semarang dalam mengelola produk hortikultura serta mempromosikan Kota Semarang.
Selain festival, pemerintah menyediakan berbagai stan khusus yang ditawarkan kepada masyarakat luas untuk pamer produk lokal. “Yang sudah resmi ada sekitar 150 petani. Itu kan masih lama ya, nanti mungkin bisa bertambah banyak lagi yang bergabung dalam festival,” katanya.
Festival Durian 2015 akan digelar selama tiga hari di lapangan Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen. Hari pertama dijadwalkan ada lomba komoditas lima jenis buah, durian; salak; manggis; duku; dan alpukat yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kemudian hari kedua dan ketiga, ada lomba makan durian sepuasnya, lomba durian terbesar dan terberat.
“Tahun kemarin itu yang inisiasi pemerintah kecamatan saja dan khusus soal durian. Kini, kepanitiaan ada di Pemkot Semarang dan dilebarkan, tidak saja pada durian,” katanya.
Meski demikian, Pemkot Semarang tidak menargetkan berapa jumlah pengunjung yang nantinya akan ikut berpartisipasi. Pihaknya akan mengantisipasi membeludaknya pengunjung dengan menambah stok durian serta buah lainnya agar pengunjung tidak merasa kecewa.
Begini Cara Membedakan Batu Akik Asli atau "Masakan"
Maraknya batu akik membuat para pembeli waswas ketika memilih sebelum membelinya. Nah, bagi para pemula, apa saja yang harus diperhatikan?
Batu akik booming pada awal tahun 2015, membuat para penjual batu akik meraup keuntungan yang besar. Sementara itu, tidak mengherankan juga jika banyak "batu masakan" mulai masuk ke dalam pasar batu akik. Bagi pemula, mungkin akan menjadi hal yang sangat membingungkan untuk membedakan batu akik asli dengan batu akik masakan. Akan tetapi, dengan sedikit pengetahuan dan kesabaran, Anda pasti bisa membedakannya.
Untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik, biasanya para pembeli akan membawa senter. Ini adalah hal yang paling dasar untuk melihat keaslian dan kualitas batu akik. Batu akik asli ketika disenter akan terlihat adaya serat-serat. Serat-serat ini jugalah yang menentukan harga dan kualitas batu akik. Batu akik masakan tidak akan memiliki serat, dan akan terlihat jernih sekali ketika disenter. Hal ini tentunya hanya bisa dilakukan pada batu-batu yang jernih dan tembus pandang seperti bacan dan pandan. Batu alami pasti memiliki serat-serat natural dan unik, berbeda dengan buatan manusia.
"Pokoknya untuk pemula lihat saja di bawah cahaya apa ada serat atau tidak. Jika teralu bersih, biasanya sudah pasti batu masakan, atau coba tempel ke kulit atau pipi. Jika dingin, maka batu akik asli. Saya sarankan bawa teman yang mengerti batu akik jadi bisa menjelaskan," kata Hendri, seorang pembeli batu akik.
Anda juga bisa mencoba meneteskan air ke atas batu, apabila tetesan tersebut menetap, maka batu akik tersebut sudah pasti asli. Hal pembeda lainnya adalah berat. Batu akik asli dan kaca bisa terasa berbeda beratnya. Akan tetapi, jika Anda baru mulai tertarik dengan batu akik, maka hal ini akan sulit dirasakan. Pembeli batu akik senior biasanya sudah langsung tahu hanya dengan melihat dan memegangnya.
"Memilih batu akik harus bersabar. Jika tidak, Anda akan cepat tertipu. Pertama-tama, harus mengerti tentang batu yang diinginkan, contohnya bacan. Sebelum beli, cari tahu dulu saja tentang batu bacan, tentang warna, harga, dan kualitas. Jangan langsung datang, lihat batu bacan, lalu nanti ditipu. Paling gampang, buka internet dan cari tahu tentang batu akik," ujar Endang, salah seorang penjual batu akik di Jakarta Gems Center (JGC), Rawa Bening, Jakarta Timur.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)


