Banyak pria yang ingin melakukan poligami. Namun pria Nigeria ini mungkin menyesali keputusannya untuk memiliki enam istri.
Pengusaha bernama Uruko Onoja tewas setelah dipaksa berhubungan badan oleh keenam istrinya. Dia menghembuskan nafas terakhirnya saat sedang melayani istrinya yang kelima.
Awalnya Onoja terkejut ketika dia datang ke rumah istrinya yang termuda di Kota Ogbadibo, Nigeria. Semua istrinya ternyata sudah menunggu Onoja di sana.
Keenam istrinya itu memaksa Onoja untuk memuaskan mereka. Mereka bahkan mengeluarkan senjata tajam untuk mengancam pria itu.
“Mereka membawa pisau dan tongkat untuk memaksa sang suami melayani mereka sekaligus,” tulis suratkabar Daily News seperti dikutipHuffington Post, Selasa (1/5/2013).
Polisi datang ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari kepala desa. Mereka kini mengejar para istri Onoja yang melarikan diri ke hutan setelah menyadari suami mereka tewas di ranjang.
dari : sumber
download
Kamis, 02 Mei 2013
Selasa, 30 April 2013
Agar Suami Setia, Servis Istri Harus Lebih Bagus Dari PSK
Pengantin baru Ummu Atirah yang baru berusia 22 tahun mengatakan jika rahasia dari suksesnya sebuah pernikahan adalah menuruti semua perintah suami dan kebutuhan seksual terpenuhi. Demikian dilansir AP, Senin (6/6/20110). Ummu dan 800 perempuan Muslim di Malaysia menjadi anggota Obedient Wives Club, sebuah klub yang menjadi kontroversi karena dianggap merendahkan derajat perempuan terutama saat itu banyak perempuan Muslim di negara itu menduduki jabatan tinggi di pemerintah dan juga perusahaan korporasi. Agar suami tidak ngeleweng dan melakukan dosa sang istri musti menservis lebih baik dari servis seorang PSK kelas atas “Seks adalah hal yang tabu dalam masyarakat di Asia. Dalam pernikahan itu sering diabaikan. Padahal, istri yang baik adalah pekerja seks yang baik untuk suaminya.
Apa salahnya menjadi pelacur untuk suami Anda,” kata dia. “Ini cara melindungi keluarga dan mengurangi penyakit sosial.” Ditambahkan dia, istri harus melampaui tugas tradisionalnya dalam rumah tangga: juru masak yang baik atau ibu yang baik bagi anak-anaknya. Istri, kata dia juga harus ‘patuh, melayani, dan menghibur’ suaminya. Klub baru ini memiliki misi yaitu mengobati penyakit masyarakat seperti prostitusi dan juga perceraian dengan mengajarkan perempuan harus menjadi penurut dan membuat pasangan mereka bahagia di tempat tidur. Meski memiliki latar belakang konservatif, Rohayah Mohamad, satu dari pendiri Obedient Wives Club berbicara secara terbuka mengenai masalah seksual meski perempuan Malaysia tertutup masalah tersebut. “Seks adalah sesuatu yang tabu dibicarakan di komunitas masyarakat Asia. Kita selama ini melupakannya di dalam pernikahan padahal itu adalah hal yang pokok. Seorang istri yang baik adalah pekerja seks yang baik bagi suaminya. Apa yang salah menjadi pelacur bagi suami,” katanya. Klub ini diluncurkan pada Sabtu, pekan lalu, oleh kelompok Islam bernama Global Ikhwan, dan ditolak oleh kalangan politisi dan aktivis di Malaysia karena membawa posisi perempuan ke zaman abad pertengahan.
Apa salahnya menjadi pelacur untuk suami Anda,” kata dia. “Ini cara melindungi keluarga dan mengurangi penyakit sosial.” Ditambahkan dia, istri harus melampaui tugas tradisionalnya dalam rumah tangga: juru masak yang baik atau ibu yang baik bagi anak-anaknya. Istri, kata dia juga harus ‘patuh, melayani, dan menghibur’ suaminya. Klub baru ini memiliki misi yaitu mengobati penyakit masyarakat seperti prostitusi dan juga perceraian dengan mengajarkan perempuan harus menjadi penurut dan membuat pasangan mereka bahagia di tempat tidur. Meski memiliki latar belakang konservatif, Rohayah Mohamad, satu dari pendiri Obedient Wives Club berbicara secara terbuka mengenai masalah seksual meski perempuan Malaysia tertutup masalah tersebut. “Seks adalah sesuatu yang tabu dibicarakan di komunitas masyarakat Asia. Kita selama ini melupakannya di dalam pernikahan padahal itu adalah hal yang pokok. Seorang istri yang baik adalah pekerja seks yang baik bagi suaminya. Apa yang salah menjadi pelacur bagi suami,” katanya. Klub ini diluncurkan pada Sabtu, pekan lalu, oleh kelompok Islam bernama Global Ikhwan, dan ditolak oleh kalangan politisi dan aktivis di Malaysia karena membawa posisi perempuan ke zaman abad pertengahan.
Langganan:
Postingan (Atom)

