Rabu, 05 Maret 2014

ada yang Gunting Kain Penutup Ka’bah

Gunting Kain Penutup Ka’bah, WNI Dibebaskan – JEDDAH – Warga negara Indonesia (WNI) Nur Jannah Amin Sadjo dituduh melakukan tindakan pengguntingan kain penutup Kakbah, saat melakukan ibadah umrah. Namun setelah menjalani proses penyelidikan, WNI itu pun dibebaskan.
gunting kain penutup kakbah
Nur Jannah Amin Sadjo sebelumnya ditangkap pada Kamis 27 Februari 2014 malam waktu setempat atas tuduhan menggunting kain kiswah di Masjidil Haram.
Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pun melakukan pendekatan dengan kantor Badan Investigasi dan Penuntut Hukum Makkah untuk membebaskan tersangkat dari tuntutan dan proses hukum.
“Berdasarkan pengecekan dengan Kapten Abdul Hakim, diperoleh keterangan dan penjelasan bahwa pada Kamis 27 Februari 2014, Aparat Polisi Masjid AI Haram Makkah telah menangkap seorang WNI perempuan jamaah umroh yang menggunting kiswah Kakbah di dalam Masjid AI Haram Makkah,” keterangan KJRI Jeddah dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (5/3/2014).
“Yang bersangkutan sempat ditahan sementara di Penjara Umum Wanita Tan’im, Makkah,” lanjut pernyataan tersebut.
Pada Selasa, 4 Maret 2014 Tim KJRI kembali melakukan pendampingan kepada Nur Jannah di Kantor Badan Investigasi dan Penuntut Umum Mekkah.
“Dalam pemeriksaan lanjutan, Nur Jannah mengemukakan bahwa tindakan menggunting kain kiswah dimaksudkan untuk memperoleh berkah dan kesembuhan cucunya di Indonesia yang saat ini berusia empat tahun, namun masih belum bisa berbicara,” lanjut pihak KJRI.
Pada akhirnya Pihak Penyidik memberikan nasihat kepada Nur Jannah untuk tidak melakukan dan mengulangi perbuatannya karena hal tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam dan sunnah Rasulullah, dan untuk selanjutnya membebaskan yang bersangkutan.
Kasus pengguntingan kiswah yang dilakukan oleh Nur Jannah merupakan kasus yang pertama kali terjadi. Tersangka mengaku hal tersebut dilakukan karena ketidaktahuan bahwa tindakan tersebut dapat berakibat pada tuduhan perusakan dan pencurian serta perbuatan syirik. (faj)

5 Gadis Cantik Ini Berakhir Hidupnya Karena Hukuman Mati



Manusia berusaha, namun tetap Tuhan yang menentukan takdirnya. Segala cobaan yang terjadi di luar kuasa manusia, terkadang terasa begitu pahit dan sulit untuk dihadapi. Wanita sering berada pada keadaan di mana mereka tidak memiliki pilihan dan akhirnya melakukan tindakan yang berakhir dengan hukuman yang begitu berat.

Gadis-gadis ini memiliki paras elok menawan namun sayang, kisah hidup mereka begitu getir dan menyakitkan. Terjebak dalam kondisi di mana mereka mendapat siksaan atau terpaksa melakukan kejahatan, membuat gadis-gadis yang masih berusia muda ini harus meregang nyawa di hukuman eksekusi mati. Berikut kisah gadis-gadis cantik yang seharusnya mendapatkan kehidupan yang bahagia, tapi harus pergi dari dunia karena hukum negara China yang keras dan tak bisa ditawar. Lalu apa yang membuat mereka sampai harus dihukum mati?

1. Ren Xue

Gadis cantik berusia 19 tahun ini mengalami kisah hidup yang tragis dan membuat banyak orang menitikkan air mata. Ren Xue dihamili oleh kekasihnya namun kekasihnya itu tidak mau bertanggung jawab. Tertekan oleh beban moral, dijauhi oleh lingkungan sekitar dan 'dibuang' oleh keluarganya membuat Ren Xue semakin putus asa.

Ren Xue yang terhimpit oleh kondisi ekonomi kemudian mencari pekerjaan pada keluarga seorang manajer tambang bermarga Ding. Ren Xue diberi pekerjaan sebagai pelayan dan mendapatkan banyak siksaan seperti pajak gaji yang besar dan perlakuan yang tidak layak. Sakit hati, Ren Xue membunuh salah satu putri keluarga Ding dan karena itulah Ren Xue menerima hukuman mati di usianya yang baru menginjak 20 tahun.

2. Liu Jinfeng

Liu Jinfeng memiliki kisah hidup yang sangat menyakitkan. Sejak kecil Jinfeng mendapatkan kekerasan dari ayah kandungnya. Setelah berusia remaja, Ibu Jinfeng menikah lagi kemudian meninggal dunia. Pada usia 20 tahun, Jinfeng dijual oleh ayah tirinya kepada Mr.Li. Nasib Jinfeng semakin tak karuan setelah Mr.Li menjual Jinfeng kapda Mr.Hu. Hu sering menyiksanya bahkan sampai hamil dan melahirkan pun Hu melakukan penyiksaan sampai Jinfeng hampir meninggal dunia.
Jinfeng sudah tidak kuat menahan penyiksaan bertubi-tubi yang dilakukan oleh Hu. Pada suatu malam, Jinfeng membunuh Hu dan membakar rumah tempat mereka tinggal. Jinfeng tahu bahwa hidupnya sudah benar-benar kacau dan tidak ada lagi harapan untuknya. Jinfeng kemudian divonis hukuman mati.

3. Tao Jing 

Tao Jing berusia 20 tahun dan memiliki paras yang sangat cantik. Namun sayangnya, hidupnya harus berakhir karena Jing divonis hukuman mati. Jing dimanfaatkan oleh kekasihnya untuk membawa narkoba dalam jumlah yang sangat besar. Jing dihukum mati pada tahun 1991 dan menjadi salah satu gadis termuda yang mendapatkan vonis paling berat itu. Gadis cantik yang seharusnya menjalani kehidupan dengan menyenangkan itu harus meninggal karena cinta yang menyesatkannya.

4. Feng Cuiqiong 

Feng memiliki nasib yang hampir sama dengan Tao Jing. Feng mendapat vonis hukuman mati karena perdagangan narkoba. Feng dihukum mati pada usia 21 tahun. Feng tahu bahwa apa yang dilakukannya salah dan dia ingin berhenti dari kegiatan menjual narkoba namun tidak bisa. Feng terlanjur jatuh pada pusaran peredaran narkoba dan nyawa Feng terancam bila dia berhenti untuk menjadi pengedar. Namun malang tak dapat ditolak, nyawa Feng tetap harus melayang karena hukuman yang diterimanya.

5. Song Dan 

Song Dan menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang guru sejak Song Dan berusia 13 tahun. Tidak berhenti sampai di situ, Song Dan juga diperkosa oleh pamannya sendiri. Keluarga Song Dan bukan malah menolong malah membiarkan Song Dan dan menganggap Song Dan sebagai aib. Song Dan disisihkan oleh keluarganya dan akhirnya masuk ke dalam pergaulan yang semakin merusak Song Dan.

Song Dan menjadi pemabuk, melakukan seks bebas. Song Dan seolah tidak peduli akan hidupnya sendiri dan tidak peduli dengan masa depannya lagi. Entah apa yang ada di pikirannya, gadis cantik berusia 18 tahun ini membunuh kekasihnya sendiri. Tahun 2005, Song Dan dihukum mati dan kini namanya hanya tinggal menjadi kenangan yang menyesakkan.
Lai Xiang Jian & Liu Yiping

sumber ]