Selasa, 11 Maret 2014

Tarif KA Turun per 1 April 2014, Ini dia Daftarnya....!!

Tahun 2014 ini, PT Kereta Api Indonesia kembali memperoleh subsidi bagi penumpang KA kelas ekonomi sebesar Rp 1,224 triliun. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 682 miliar. 


Kenaikan nilai subsidi subsidi pemerintah pada penumpang KA kelas ekonomi ini membuat tarif KA turun dari tarif tiga bulan sebelumnya. 

Khusus untuk penumpang KRL Jabodetabek, PSO yang diberikan sama dengan tahun 2013 yaitu 5 stasiun pertama sebesar Rp 1000 dan setiap 3 stasiun berikutnya sebesar Rp 500. 

Berikut Daftar Tarif Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh yang mengalami penurunan harga setelah mendapatkan PSO yang dikutip dari data PT KAI, Senin (10/3/2014) : 

1. Logawa : Purwokerto-Jember : Rp 50 ribu 
2. Kertajaya : Surabaya Pasar Turi - Tanjung Priok : Rp 50 ribu 
3. Brantas : Kediri-Tj.Priok : Rp 55 ribu 
4. Kahurupan : Kediri-Kiara Condong : Rp 50 ribu 
5. Kutojaya Utara : Kutoarjo-Pasar Senen : Rp 40 ribu 
6. Bengawan : Purwosari-Tanjung Priok : Rp 50 ribu 
7. Progo : Lempuyangan-Pasar Senen : Rp 50 ribu 
8. Pasundan : Surabaya Gubeng-Kiara Condong : Rp 55 ribu 
9. Sri Tanjung : Lempuyangan-Banyuwangi : Rp 50 ribu 
10. Gaya Baru Malam Selatan : Surabaya Gubeng-Jakarta Kota : Rp 55 ribu 
11. Matarmaja : Malang-Pasar Senen : Rp 65 ribu 

Kereta Api Ekonomi Jarak Sedang : 

1. Tawangjaya : Semarang Poncol-Pasar Senen : Rp 45 ribu 
2. Serayu : Purwokerto-Jakarta Kota : Rp 35 ribu 
3. Kutojaya Selatan : Kutoarjo-Kiara Condong : Rp 35 ribu 
4. Tegal Arum : Tegal-Jakarta Kota : Rp 25 ribu 
5. Tawang Alun : Banyuwangi-Malang : Rp 30 ribu 
6. Rajabasa : Kertapati-Tanjung Karang : Rp 30 ribu 
7. Buser/Serelo : Kertapati-Lubuk Linggau : Rp 30 ribu 
8. Putri Deli : Tanjung Balai-Medan : Rp 20 ribu 
9. Siantar Ekspres : Siantar-Medan : Rp 20 ribu 

KRD Sriwedari dan Prameks : 

1. Sriwedari AC : Yogyakarta-Solo Balapan : Rp 10 ribu 
2. Sriwedari Non AC : Solo Balapan-Yogyakarta : Rp 6.000 
3. Sriwedari Non AC : Solo Balapan-Kutoarjo : Rp 12 ribu 
4. Prambanan Ekspres (Prameks) : Solo Balapan-Kutoarjo : Rp 12 ribu 
5. Prameks : Solo Balapan-Yogyakarta : Rp 6.000 

(Nurmayanti)Tahun 2014 ini, PT Kereta Api Indonesia kembali memperoleh subsidi bagi penumpang KA kelas ekonomi sebesar Rp 1,224 triliun. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 682 miliar. 

Kenaikan nilai subsidi subsidi pemerintah pada penumpang KA kelas ekonomi ini membuat tarif KA turun dari tarif tiga bulan sebelumnya. 

Khusus untuk penumpang KRL Jabodetabek, PSO yang diberikan sama dengan tahun 2013 yaitu 5 stasiun pertama sebesar Rp 1000 dan setiap 3 stasiun berikutnya sebesar Rp 500. 

Berikut Daftar Tarif Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh yang mengalami penurunan harga setelah mendapatkan PSO yang dikutip dari data PT KAI, Senin (10/3/2014) : 

1. Logawa : Purwokerto-Jember : Rp 50 ribu 
2. Kertajaya : Surabaya Pasar Turi - Tanjung Priok : Rp 50 ribu 
3. Brantas : Kediri-Tj.Priok : Rp 55 ribu 
4. Kahurupan : Kediri-Kiara Condong : Rp 50 ribu 
5. Kutojaya Utara : Kutoarjo-Pasar Senen : Rp 40 ribu 
6. Bengawan : Purwosari-Tanjung Priok : Rp 50 ribu 
7. Progo : Lempuyangan-Pasar Senen : Rp 50 ribu 
8. Pasundan : Surabaya Gubeng-Kiara Condong : Rp 55 ribu 
9. Sri Tanjung : Lempuyangan-Banyuwangi : Rp 50 ribu 
10. Gaya Baru Malam Selatan : Surabaya Gubeng-Jakarta Kota : Rp 55 ribu 
11. Matarmaja : Malang-Pasar Senen : Rp 65 ribu 

Kereta Api Ekonomi Jarak Sedang : 

1. Tawangjaya : Semarang Poncol-Pasar Senen : Rp 45 ribu 
2. Serayu : Purwokerto-Jakarta Kota : Rp 35 ribu 
3. Kutojaya Selatan : Kutoarjo-Kiara Condong : Rp 35 ribu 
4. Tegal Arum : Tegal-Jakarta Kota : Rp 25 ribu 
5. Tawang Alun : Banyuwangi-Malang : Rp 30 ribu 
6. Rajabasa : Kertapati-Tanjung Karang : Rp 30 ribu 
7. Buser/Serelo : Kertapati-Lubuk Linggau : Rp 30 ribu 
8. Putri Deli : Tanjung Balai-Medan : Rp 20 ribu 
9. Siantar Ekspres : Siantar-Medan : Rp 20 ribu 

KRD Sriwedari dan Prameks : 

1. Sriwedari AC : Yogyakarta-Solo Balapan : Rp 10 ribu 
2. Sriwedari Non AC : Solo Balapan-Yogyakarta : Rp 6.000 
3. Sriwedari Non AC : Solo Balapan-Kutoarjo : Rp 12 ribu 
4. Prambanan Ekspres (Prameks) : Solo Balapan-Kutoarjo : Rp 12 ribu 
5. Prameks : Solo Balapan-Yogyakarta : Rp 6.000 

(Nurmayanti)

sumber 

Kanker Payudara di Balik Bra


Bra atau yang disingkat dengan BH, merupakan pakaian dalam khusus wanita untuk penutup atau pembungkus payudara. Penutup dada atau kutang ini berasal dari kata “buste houder” atau lebih enaknya saja, BH. Sementara bra, berasal dari bahasa Pancis “brassiere” atau disingkat menjadi bra.
Memang belum ada pembuktian akurat bahwa ada kaitan konkret antara orang yang terkena kanker
payudara dengan pemakaian bra atau BH. Secara teoritis, pemakaian bra secara ketat dapat menghambat pelepasan racun-racun dari tubuh, khususnya aliran cairan getah bening. Teori ini bila diartikan secara sederhana, tentu dapat segera masuk akal.
Mungkin inilah yang menjadi isu santer, sehingga munculah pro-kontra tentang pemakaian bra. Padahal teori dimaksud belum melalui pengkajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya kalau dikatakan pemakaian bra dapat menghambat aliran cairan getah bening, hal ini pastilah tidak sesuai dengan konsep ilmiah tentang bagaimana terjadinya proses kanker. Alhasil, teori yang dimaksud tidak pernah dipublikasikan dalam pemberitaan resmi.
Semestinya harus juga mempertimbangkan penyebab lain dari risiko terkena kanker payudara. Bisa saja diakibatkan dari perilaku pengguna bra yang kurang tepat. Pemicu terkena kanker payudara juga dapat
disebabkan dari berbagai factor. Misalnya gaya hidup yang kurang sehat, tidak menjaga berat badan ideal, menurunnya daya tahan tubuh karena termakan oleh usia, dan masih banyak lagi. Akan tetapi semua teori yang dikemukakan ini, hanyalah sebatas pendapat dan belum diadakan penelitian lebih jauh.
National Cancer Institute USA membandingkan risiko kanker payudara pada wanita yang dibedah dan diambil sebagian getah bening dari ketiak dengan wanita yang tidak mengalami pembedahan. Melalui kajian
disimpulkan, bahwa pembedahan dapat menghambat saluran getah bening dari payudara, tetapi tidak meningkatkan angka populasi kanker payudara. Nah, ini berarti kecil sekali kemungkinan penggunaan bra mampu menghambat aliran getah bening yang dapat memicu peningkatan kanker.
Mengapa sampai sekarang para ahli dan periset tidak tertarik untuk meluangkan waktu dan tenaga mengadakanpenelitian lebih mendalam terhadap pemakaian bra yang dapat meningkatkan risiko kanker? Jawabannya kedengaran sederhana sekali, “Percuma saja buang-buang waktu, sebab pendapat bahwa bra penyebab kanker tidak dan kemungkinan unsur yang kuat secara ilmiah”.
Namun sebagai wanita bijak jangan terlambat menyikapi hal ini. Soalnya masih banyak pemicu risiko kanker yang mengancam kehidupan wanita. (Yosa:berbagai sumber)

dari : sumber