Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya. Senin (10/3) pagi, beberapa desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah diguyur hujan abu. Wilayah tersebut hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari puncak gunung teraktif di Indonesia itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto membenarkan, hujan abu terjadi di wilayahnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terjadi letupan kecil Merapi pada Senin pagi."Benar, info dari BPPTK (Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian) Yogyakarta, terjadi letupan kecil Gunung Merapi pada jam 07.08 WIB. Terdapat awan hitam dengan ketinggian sekitar 1.5 km. Arah angin barat daya, kemungkinan hujan abu ringan ke arah barat daya," ujar Winoto saat dihubungi merdeka.com.Akibat kejadian tersebut BPBD Klaten mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker apabila akan bepergian ke luar rumah."Kami telah mengimbau warga agar tetap di rumah selama masih terjadi hujan abu. Mereka juga kita harap untuk tetap waspada. Kondisi Merapi masih normal, warga tidak perlu khawatir," katanya.[did] - merdea.com[ sumber ]
Ladies, jika Anda sedang bekerja kemudian merasa sakit, apa yang Anda lakukan? Segera izin untuk pulang atau bertahan? Memang tidak ada orang yang ingin sakit, karena tentu saja rasanya tidak enak dan menghambat aktivitas. Tetapi jika memang tubuh sudah tidak mampu bertahan lagi? Sebaiknya perusahaan mempunyai kebijakan yang toleran untuk hal seperti ini. Namun berbeda dengan salah satu cabang restoran cepat saji McDonald di Chicago, toleransi terhadap karyawan yang sakit sangat rendah seperti dilansir dari nydailynews.com.

Seorang manager cabang McDonald di Chicago mengeluarkaan ancaman kepada salah satu karyawannya yang menderita diabetes. Bukan diberikan dukungan, namun manager ini tega mengancam akan menembak kepalanya jika Carmen Navarette sakit kembali. Akhirnya Navarrette pulang dengan menangis dan bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada Organizing Committee of Chicago Women Caucus. Wanita ini telah bekerja dengan setia selama 9 tahun di restoran tersebut. Namun perlakuan yang diterima dari manajernya ini membuatnya ketakutan dan putus asa. Kejadian ini akhirnya disambut dengan unjuk rasa organisasi buruh. Selain permintaan untuk menghentikan kekerasan secara verbal, serikat buruh ini juga memperjuangkan upah $15 per jam atau sekitar 170 ribu rupiah. Upah yang selama ini diterima para pekerja makanan cepat saji ini sangat minim. Selain itu juga sering terjadi kekerasan secara verbal oleh atasannya. Salah satu spanduk demonstran bertuliskan, "Anda harus meletakkan peluru di kepala Anda sendiri". Para demonstran juga membagikan stiker yang berisi tulisan, "Rasa Hormat" serta "Hentikan penyalahgunaan verbal". Ladies, apakah Anda pernah merasakan pengalaman ini?[ sumber ]