Sabtu, 21 Februari 2015

Saat sakit kepala menyerang, atasi dengan kunyit!


Merdeka.com - Kunyit adalah salah satu jenis rempah yang sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia. Selain memberikan warna kuning, kunyit juga digunakan untuk memberikan rasa pada makanan. Tak hanya cocok untuk digunakan dalam masakan, kunyit ternyata juga bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya adalah meredakan sakit kepala.

Joy Houston dari Somina Wellness Center di San Diego mengungkap bahwa kunyit bisa meredakan sakit kepala dengan sangat baik. Zat curcumin yang ada di dalamnya bekerja sebagai zat anti-peradangan yang terbukti bisa melemaskan otot untuk mencegah sakit setelah berolahraga.

Menurut Joy, dalam beberapa kasus, kunyit bahkan bisa memberikan efek yang lebih baik dibandingkan obat-obatan atau ibuprofen yang dijual secara bebas. Salah satu kelebihan kunyit dibanding obat adalah karena kunyit tak menyebabkan efek samping apapun.

Selain meredakan sakit kepala, kunyit juga memiliki berbagai manfaat lain. Berikut adalah manfaat lain yang bisa diberikan oleh kunyit, seperti dilansir oleh Pop Sugar (20/02).

1. Meredakan arthritis
Selain mengalami rasa sakit yang biasa, beberapa penderita arthritis juga mengalami sakit pada persendian. Namun dengan kunyit, rasa sakit ini bisa diredakan dengan mengonsumsi kunyit.

2. Memperbaiki pencernaan
Dalam sebuah penelitian di Thailand, 87 persen orang yang mengonsumsi kunyit selama tujuh hari mengalami perbaikan sistem pencernaan dan mengalami penyembuhan dari masalah pencernaan yang mereka alami.

3. Menurunkan berat badan
Dalam sebuah penelitian di Tufts University, peneliti menemukan bawah kunyit bisa membantu menurunkan berat badan.

Itulah beberapa manfaat kunyit untuk kesehatan. Salah satunya adalah untuk meredakan sakit kepala. Jangan ragu lagi untuk mengambil kunyit saat sakit kepala menyerang!

Kabur, tiga siswi Inggris jadi 'pengantin' ISIS

Merdeka.com - Tiga siswi dari Akademi Bethnal Green, Inggris menghilang. Diduga ketiganya terbang ke Turki dengan maksud untuk menjadi pengantin jihadi.

Tiga siswi tersebut, Shamma Begum (15), Kadiza Sultana (16), dan satu lagi tak disebutkan namanya, berusia 15 tahun, berteman dekat dengan seorang gadis yang melakukan perjalanan ke Suriah pada Desember tahun lalu.
Pemerintah dan kepolisian Inggris berusaha untuk mencari mereka agar dapat menggagalkan rencananya.
"Saya pikir ada kesempatan kita bisa mendapatkan tiga gadis itu kembali. Jika tidak, mereka akan melakukan perjalanan ke Suriah," ujar Komandan Richard Walton, seperti dilansir dari Russian Today, Sabtu (21/2).
Menurut keterangan keluarga, ketiga gadis tersebut tidak meninggalkan pesan kepada keluarga atau teman-teman lainnya sebelum mereka berangkat. Mereka berangkat dengan pesawat Turkish Airlines.
Rupanya banyak remaja Inggris yang ingin bepergian ke Suriah yang saat ini dikendalikan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
"Kami prihatin dengan semakin banyak gadis remaja yang ingin melakukan perjalanan ke perbatasan Suriah. Pasalnya daerah itu sedang dikuasai ISIS," katanya.
Saya berharap, kata Walton, ketiga gadis tersebut kembali sekarang lantaran mendengar kekhawatiran kami dan orang tua mereka.
Menurut laporan, dua gadis hilang pada Selasa malam, sedangkan satunya lagi pada Rabu pagi.