Senin, 22 April 2013
( KEHIDUPAN ) RAHASIA KEBAIKAN RASA MALU
( KEHIDUPAN ) RAHASIA KEBAIKAN RASA MALU - Bukti kehancuran tatanan kehidupan akibat menguapnya rasa malu itu sudah tampak secara kasat mata. Lihatlah anak yang berani melawan orangtuanya, bapak tega memerkosa anak kandungnya, gadis belia hamil tanpa menikah, pembantu rumah tangga membunuh anak majikannya, murid tanpa risih mencontek dalam ujiannya, guru merasa absah menelantarkan muridnya, istri tanpa beban mengkhianati suaminya, suami tanpa canggung menzinahi istri tetangga rumahnya.
Manusia turun dejarat menjadi binatang, bahkan lebih rendah. Firman Allah : Mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah, mempunyai mata tetapi tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, mempunyai telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu bagai binatang, bahkan lebih rendah lagi (Qs Al-Araf: 179)
Maka dalam kondisi demikian, rasa malu harus senantiasa disuburkan dalam diri kaum beriman. Sebagaimana sabda Rasulullah, Sungguh rasa malu tidak akan mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan (HR Bukhari dan Muslim)
Rasa malu sangat ditekankan dalam Islam. Sebuah hadis shahih yang menarik direnungkan : Jika kamu tidak memiliki rasa malu, berbuatlah sesukamu (HR Bukhari). Ada juga hadis lain : Malu adalah sebagian dari iman (HR Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, tidaklah sempurna iman seseorang jika tidak ada rasa malu dalam dirinya. Iman dan malu bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Sebagaimana sabda Rasulullah, Iman dan malu merupakan pasangan dalam segala situasi dan kondisi. Apabila rasa malu sudah tidak ada, maka iman pun sirna (HR Al-Hakim).
Tidak ada kebusukan kita yang luput dari perhitungan Allah. Fasilitas begitu lengkap yang sudah disediakan untuk kita di dunia, sepantasnya kita pergunakan sesuai selera Allah. Malu rasanya menggunakan fasilitas-fasilitas kehidupan ini justru untuk berbuat makar kepada Allah.
Jika tidak memiliki rasa malu di dunia, alangkah malu ketika setiap penyelewengan kita kelak terbongkar. Dengan rasa malu, terjagalah martabat kemanusiaan kita secara pribadi dan selamatlah tatanan kehidupan secara keseluruhan. Inilah makna hadis : Malulah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu (HR At-Tirmidzi).
dari : sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar