Tak pernah terlintas dalam benak Kordeza
Zhelyazkova (11) bahwa masa remajanya akan hilang dalam sekejap. Remaja yang semestinya masih duduk di bangku sekolah dasar ini, sudah harus memikul tanggung jawab yang besar sebagai seorang ibu. Hubungan pertamanya dengan lawan jenis telah
mengubah masa depannya.
Kisah ini berawal dari pertemuan yang tidak sengaja antara Kordeza dengan Jeliazko Dimitrov (19). Kordeza pertama kali bertemu dengan Jeliazko di taman bermain sekolahnya. Ketika itu Kordeza sedang diganggu oleh beberapa remaja pria. Di saat yang bersamaan, Jeliazko tengah melintas di depan sekolahnya dan melihat
peristiwa itu. “Saat aku melihat Kordeza diejek, aku
langsung mengusir anak-anak itu,” kenang Jeliazko.
Kencan pertama
Berawal dari pertemuan itulah hubungan keduanya terus berlanjut karena tak lama kemudian Kordeza
mengatur waktu untuk bertemu kembali dengan sang pahlawan, Jeliazko. “Kordeza langsung mengajak kencan,” aku pria berusia 19 tahun ini. “Waktu itu kami bertemu di taman setempat, selanjutnya mampir ke rumah ibuku,” kenang Jeliazko.
Mereka tak menduga bahwa akibat kencan pertama itu akan berbuntut panjang. Tanpa Kordeza sadari,
kenyataannya seminggu kemudian dirinya hamil. Bulan demi bulan berlalu, tubuhnya pun kian membuncit. Namun tetap saja Kordeza masih belum menyadari perubahan yang terjadi dalam dirinya.
Dalam benaknya yang polos, ia berpikir bahwa tubuhnya yang terlihat semakin berisi itu lantaran terlalu banyak makan. “Sejujurnya aku mengakui tidak tahu kalau aku hamil. Neneklah yang bertanya-tanya melihat tubuhku yang semakin gemuk,” katanya. “Aku pikir, lantaran akibat kelebihan makan burger saja.”
Gadis cilik ini sempat terguncang perasaannya setelah dokter menyatakan Kordeza hamil. Ia sama sekali tidak menyangka dirinya bisa langsung hamil di kencan pertamanya. “Aku belum pernah belajar tentang pendidikan seks di sekolah. Jadi bagaimana aku bisa tahu penyebab kehamilan itu apa?” akunya polos. “Lagipula, aku tidak pernah pacaran.”
Pacarnya, Jeliazko, pun tak kalah kaget mendengar kabar kehamilan Kordeza. Terlebih lagi setelah ia tahu, bahwa gadis yang dihamilinya masih sangat kekanak-kanakan. Ketika peristiwa itu terjadi, Jeliazko sama sekali tidak tahu kalau Kordeza masih duduk di bangku sekolah dasar. “Ketika itu ia tidak menyebutkan berapa umurnya. Di mataku, ia tampak seperti gadis berumur 15 tahun,” aku Jeliazko
Pernikahan dini
Mengingat kehamilan Kordeza sudah memasuki penghujung bulan saat kehamilan,mau tidak mau
keluarga Kordeza dan Jeliazko mengadakan pertemuan untuk membicarakan masa depan putra-putri mereka. Akhirnya, disepakati untuk meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Kedua keluarga ini pun buru-buru menggelar pernikahan ala tradisional Roma.
“Resepsi pernikahan diadakan secara mendadak karena minggu depannya Kordeza direncanakan akan melahirkan,” jelas Jeliazko. “Keluarga ingin meresmikan hubungan kami sebelum kelahiran sang bayi.” Ternyata di hari istimewa itu, pasangan ini mendapatkan kebahagiaan yang berlimpah.
Belum usai perhelatan nikah digelar, Kordeza harus segera dilarikan ke rumah sakit. Lantaran ia mulai mengalami kontraksi hebat. Lagi-lagi, sang ibu muda ini masih tidak menyadari tanda-tanda akan kelahiran sang bayi. “Pagi sebelum acara, aku mulai merasakan sakit. Dan beberapa jam kemudian, rasa sakit itu semakin menjadi-jadi,” tutur Kordeza yang masih mengenakan pakaian pengantin.
Proses persalinan yang dijalani Kordeza terhitung cepat karena selang beberapa jam kemudian, sang bayi lahir. “Proses kelahirannya lumayan mudah, tapi rasanya sangat menyakitkan,” papar Kordeza mengenai pengalaman pertamanya sebagai ibu muda itu. Sang bayi yang lahir dengan bobot 2,5 kg itu diberi nama Violeta. “Hidungnya mirip denganku, tetapi rambutnya seperti Jeliazko,” ungkapnya lagi dengan nada penuh kebahagiaan.
Mengingat umur pasangan ini masih belia, sanggupkah mereka bertahan
menghadapi persoalan hidup di hari-hari esok?
Hidup terpisah
Pasangan muda ini sangat menyadari bahwa kehadiran sang buah hati membutuhkan tanggung jawab besar. Perlahan-lahan, Kordeza pun mulai menikmati peran barunya sebagai seorang ibu. “Rasanya masih aneh menjadi seorang istri sekaligus ibu,” ungkap gadis berambut panjang ini.
Kalau dulu Kordeza amat senang bermain boneka yang kerap dianggapnya anak. Kini ia telah benar-benar
memiliki buah hati sendiri. Baginya, Violeta ibarat ‘boneka baru’ yang harus benar-benar dirawatnya dengan penuh kasih dan tanggung jawab. “Anakku sangat cantik dan aku amat menyayanginya,” tutur Kordeza. Segera ia mengambil keputusan singkat, meninggalkan bangku sekolah dasar. Ia berniat agar dapat mengasuh dan membesarkan anaknya secara maksimal. “Sekarang aku telah menjadi seorang ibu, sebagaimana impian banyak kaum wanita. Jadi aku tidak akan kembali ke sekolah,” tandasnya pasti.
Sayang seribu kali sayang, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Meski telah resmi menikah, pasangan ini masih belum bisa tinggal serumah. Jeliazko pun terancam tidak bisa melihat tumbuh kembang sang putri tercinta dalam jangka waktu yang cukup lama. Pasalnya, perbuatan Jeliazko terhadap Kordeza dinilai telah melanggar hukum yang berlaku. Undang-undang di negerinya menyatakan, hubungan seksual yang dilakukan laki-laki dengan perempuan di bawah umur 14 tahun diancam hukuman penjara dua hingga enam tahun.
Proses penyelidikan dan penyidangan atas kasus yang melibatkan Kordeza dan Jeliazko masih terus
berlanjut. Jeliazko mau mengakui kesalahannya, tapi ia tidak pernah menyesali perbuatannya. Alasannya, “Aku telah memiliki si cantik Violeta,” katanya dengan bangga.
Baginya, menikah dan memiliki anak merupakan tugas dan tanggung jawab yang besar. Tekadnya untuk menebus kesalahannya dulu, ia ingin sekali bisa membahagiakan keluarga kecilnya. Tapi rasa cemas dan takut kerap menghantuinya karena ia harus hidup terpisah dari anak dan istri tercinta. “Istriku masih teramat belia, begitu juga anakku. Jika hukum mengizinkan, aku ingin memastikan bisa menjaga istri dan anakku secara utuh,” ucapnya penuh harap. (st/woman’s day)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar