Senin, 29 April 2013
Oprah Winfrey, Sukses “Menjadi Diri Sendiri”
Presenter Oprah Winfrey, kondang seantero Amerika. Nama Oprah sudah tidak asing lagi di telinga para pencinta acara talk show di televisi. Stasiun televisi swasta Indonesia pun ikut menyiarkan acara Oprah. Wanita ini bukan hanya memperoleh nama populer, ia pun meraih penghasilan sebesar lebih 1 miliar US dolar per tahun.
Saat menutup program amal milik Oprah Winfrey yang telah berlangsung selama 25 tahun, yang kemudian disusul dengan berakhirnya nanti acara talkshow televisi ‘The Oprah Winfrey Show’ di tahun 2011, ternyata ia telah melakukan banyak hal untuk membantu begitu banyak orang, yang membutuhkan pertolongan.
Sejak jaringan program amalnya dibangun pada tahun1998, sudah hampir 150.000 para donor telah menyumbang lebih dari US$80 juta, dan kemudian membantu mendanai lebih dari 200 proyek hibah di Amerika Serikat. Juga lebih dari 30 negara lain. Sumber lain menyebutkan, mereka juga telah membantu pembangunan lebih dari 55 sekolah di 12 negara, bahkan menyediakan pakaian seragam dan perlengkapan sekolah bagi 18.000 anak di Afrika Selatan.
Tidak hanya itu, bantuan juga diberikan lebih kepada1.000 keluarga sehingga mereka dapat kembali ke rumah, setelah tertimpa bencana badai Katrina dan Rita beberapa waktu lalu. Diperkirakan nilai harta dari Oprah Winfrey saat ini mencapai $US 2.4 miliar (sekitar Rp 21,8 triliun) suatu nilai yang tidak kecil.
Sampai akhirnya ia sudah tidak mampu lagi mengelola kekayaannya sendiri. Ratu wawancara di televisi Amerika Serikat yang juga pengusaha media ini terpaksa harus menggaji seorang manajer investasi untuk mengelola kekayaan pribadinya
Patah tumbuh hilang berganti, demikianlah kira-kira pepatah yang tepat untuk dikenakan kepada kinerja “Ratu Talkshow” Oprah Winfrey, sebab walaupun program pertamanya segera akan ditutup, namun Oprah akan memandu lagi sebuah penayangan acara televisi baru dengan tajuk Oprah’s Next Chapter’.
Masa lalu yang kelam
Oprah lahir pada 29 Januari 1954 di Kosciusko, Mississippi. Dibesarkan di sebuah perternakan oleh neneknya, Hattie Mae. Ibunya, Vernita, mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di Milwaukee, Wisconsin dan akhirnya mengambil Oprah (ketika itu enam tahun) kembali dari neneknya.
Di Milwaukee, keluarga Oprah masih miskin. Oprah harus tidur sekamar bersama ibu dan dua saudara tiri (laki – laki dan perempuan).
Ia sering kabur dari rumah.Tanpa bimbingan dari seorang pun, kelakuannya semakin tidak terkendali. Tatkala Oprah melarikan diri selama satu minggu, ibunya mengatakan tidak mampu lagi mengurus Oprah. Ibunya lantas memindahkan Oprah agar hidup bersama ayahnya di Nashville. Oprah berjanii, jika ia sanggup tinggal bersama sang ayah, ia ingin mengubah hidupnya.
Ayahnya seorang tukang cukur, pemilik toko, anggota dewan kota, serta pejabat gereja. Ayah Oprah tidak bisa menolerir kelakuan Oprah. Setiap minggu Oprah harus menulis laporan buku. Semula ia tak suka pada peraturan orang tua dan harapan tinggi mereka. Ternyata inilah yang diperlukan Oprah. Ia harus memenuhi peraturan dan menerapkannya dengan tegas.
Nilai sekolahnya membubung. Oprah lebih ramah dan populer daripada sebelumnya. Di SLA, ia terpilih untuk mewakili sekolahnya pada konferensi pemuda di Gedung Putih. Oprah menerima beasiswa $1,000 atas pidato yang ia tulis: “Orang Negro, Konstitusi, dan Amerika Serikat”. Ayahnya begitu mendukung Oprah untuk bermimpi besar, dan ia melakukannya.
Oprah menempuh perjalanan ke Los Angeles untuk menjadi pembicara di suatu gereja, pada usia 16 tahun. Ketika kembali, Oprah bercerita kepada ayahnya. Ia bilang pada suatu hari nanti, cetak telapak tangannya akan ada di samping deretan cetak telapak tangan bintang lain di luar Teater Mann’s Chinese.
Oprah memperoleh pekerjaan pertamanya sebagai penyiar berita di stasiun radio lokal. Perusahaan bahkan membayarnya $100 per minggu. Oprah tetap bekerja di sana, bahkan setelah memperoleh beasiswa ke Universitas Negara Bagian Tennessee, dan mulai masuk perguruan tinggi. Di umur 19 tahun, Oprah ditemukan sebuah stasiun televisi di Nashille sebagai wartawan dan penyiar berita.
Ia menjadi pembawa acara TV di Baltimore dan kemudian dipromosikan sebagai pendamping pemandu acara bincang-bincang pagi (talk show) yang bernama People Are Talking (Orang–orang Mulai Berbicara).
Format talk show tersebut sempurna untuk Oprah. Penonton menyukai kejujuran, kepribadian, dan lelucon yang membumi, menjadikan acara ini populer di tahun1976. Pada tahun 1984, Oprah menjadi pemandu acara di A M Chicago, bersamaan dengan acara Phill Donahue Show yang populer. Phill adalah raja TV siang hari.
Meski demikian, Oprah ingin menurunkan Phill dan popularitasnya. Dalam waktu singkat Oprah menjadi bintang di 120 kota besar di seluruh Amerika.The Oprah Winfrey Show pertama kali disiarkan pada tahun 1986, menjadi acara paling populer di televisi. Show ini membuat wanita kulit hitam bangkit dari kemiskinan dan menjadi bintang dengan bayaran tertinggi. The Oprah Winfrey Show menjadi talk show nomor satu , diproduksi oleh Harpo Production, Inc ( diambil dari kebalikan nama Oprah). Acara ini ditonton oleh 48 juta orang setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara.
Namun ada yang menarik dari kisah masa lalu Oprah, yaitu sejak umur tiga tahun, ia rajin membaca kitab suci.
Dalam suatu wawancara Oprah mengatakan bahwa membaca menjadi jendela untuk melihat dunia. Sangat mungkin dengan membaca kitab suci ia pun menjadi tahu banyak tentang Tuhan, tentang kasih- Nya, dan tentang kepedulian- Nya, sebab buluh yang terkulai patah, tidak akan diputuskan oleh- Nya.
Pengalaman masa lalu Oprah Winfrey, menjadi sebuah pelajaran yang berharga bagi kita. Mungkin lebih bijaksana untuk tidak cepat-cepat putus asa, ketika terhimpit beban persoalan yang besar atau pun penghinaan yang besar, sebab bila diri kita sendiri yakin akan kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan.
Bukan hanya memerdekakan tetapi ia juga memberi dorongan kuat hingga meraih sebuah keberhasilan yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Dunia ini memang kejam, banyak ketidakadilan, penindasan, perlakuan semena-mena, tetapi kita mesti mengetahui dan memahami bahwa dunia yang kita jejaki, ada sang Pencipta. Ia yang menciptakan segala sesuatu indah dan baik adanya, karena memang begitulah hakikat sang Pencipta. Apakah mungkin Ia membiarkan sang Pencipta. Apakah mungkin Ia membiarkan ciptaan-Nya diperlakukan tidak baik dan tidak indah? Yosa
dari : sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar