Di sela-sela kegiatan pada acara fashion show di Mercantel Club Jakarta belum lama ini, KenCan berbincang sejenak dengan RMR Ade Doyoatmodjo, SE, Akt, MM, pemilik Galery Antique dan Rumah Mode
dengan etnik batik, yang beralamat di
Kampoeng Batik Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Mas Ade, demikian panggilannya, berkemeja batik cokelat muda, celana hitam, dan sepatu kulit trendy berwarna hitam,
menjadi perpaduan yang serasi dengan wajah ganteng pria asal Jawa Tengah ini.
KenCan: Apa pendapat Mas Ade mengenai wanita yang sehari-harinya hanya bisa bekerja sebagai ibu rumah tangga?
Mas Ade : Bagi saya, nilai wanita itu bukanlah dari apa yang dikerjakan atau sebesar apa pekerjaan yang dilakukan, tetapi seberapa besar kasih yang diberikan pada waktu ia mengerjakannya.
Memang hal ini kedengarannya seperti sebuah filosofi, namun itulah penilaian saya. Bukan berarti saya tidak menyukai wanita yang aktif dalam karier dan bisnis, tetapi yang saya maksudkan ialah basis kasih sayang wanita itu sebagai modal utama bernilai tinggi atau tidak.
Jadi bukan apa ia kerjakan, tetapi seberapa besar cinta yang dimilikinya ketika ia bekerja sebagai ibu rumah tangga.
KenCan: Selain dari menilai dan menyukai keberadaan hati dan pribadi dari sosok seorang wanita, apakah Anda juga menilai dan menyukai penampilan luarnya?
Mas ade: Memang benar bahwa saat pandangan
pertama, saya akan sangat menyukai wanita yang berambut panjang. Di mata saya, wanita yang berambut panjang akan memantulkan pesona alamiah yang anggun dan elegan. Saya
berpendapat, wanita itu cantik kalau rambutnya panjang.
Di samping itu sebagai wanita harus
memiliki apa yang saya sebut 3 B, yaitu brain, behavior, dan beauty (cerdas, bijaksana, dan cantik). Terutama cerdas dalam berbicara,
bersikap dengan bijaksana, semuanya mesti pada tempatnya. Termasuk dalam hal berbusana, harus serasi dan pas. Demikian juga wajah mesti oval yang cantik alami. Tidak terlalu banyak polesan karena memang dari sananya sudah
cantik.
KenCan: Wanita yang bagaimana membuat Anda terpesona?
Mas Ade: Mengenai busana, yang saya sukai dari wanita adalah ketika ia memakai kebaya dengan kain batik etnik Jawa atau kebaya
nasional, kemudian mengenakan selendang. Wah, wah, ini pasti akan mempesonakan saya karena wanita dengan mengenakan kain kebaya akan nampak kecantikan dari dalam maupun yang di luarnya. Saya dalam menilai seorang wanita tidak hanya luarnya saja, wajah cantik dengan pakaian dan aksesori yang keren. Mungkin tidak mudah untuk menilai hati seorang wanita, tetapi pria mempunyai semacam sensor (chemistry), sehingga dari gerak-gerik dan tutur kata saja, saya sudah dapat mengetahui dan merasakan cantik atau tidak, baik atau buruk seorang wanita.
KenCan: Anda menyukai wanita karier?
Mas Ade: Terus terang saya lebih
menyukai wanita yang sekiranya nanti menjadi istri, adalah bukan wanita karier atau pebisnis. Namun wanita yang seutuhnya menjadi ibu rumah tangga. Walau demikian ia cakap dan cerdas, sehingga dapat mendampingi serta
membantu tugas-tugas suami.
KenCan: Jadi Anda menginginkan seorang istri sebagai ibu rumah tangga?
Mas Ade: Keberhasilan seorang suami sangat tergantung pada siapa wanita yang ada di
belakangnya. Bagi saya, sebutan ibu rumah tangga untuk seorang wanita bukanlah profesi rendahan. Sebaliknya, justru profesi yang
mulia, berprestasi, dan bermartabat.
KenCan: Mas Ade, cantik itu memang relatif.
Begitu juga nilai-nilai untuk disukai atau
menyukai seseorang akan berbeda satau sama yang lain. Patutlah disyukuri ketika masih
ada-- walau hanya seorang-- yang menyukai Anda. Bisalah dibayangkan bagaimana rasa kesunyian kalau tidak seorang pun di dunia
ini yang menyukai kita.
Mas Ade hanya tersenyum ramah. Ia nampak santun khas priayi Jawa. Yosa/Foto Charles
dari : sumber
mau ada penghasil lebih dari internet belajar yuk gratis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar