Mengenakan baju batik terusan berwana cokelat, penampilan Ibu Ratna Djoko Suyanto yang sederhana tetap memancarkan kecantikan yang alami. Dengan senyum ramah, Ibu Ratna menyambut KenCan di ruang tamu yang ditata apik dan nyaman. Ia terlihat kelelahan karena seharian aktif bersama ibu-ibu lain dalam kegiatan sosial. Meski demikian, wajahnya tetap cantik dan segar. Inilah yang menarik perhatian KenCan untuk mengetahui lebih jauh apa sesungguhnya rahasia kecantikannya.
KenCan : Bagaimana pendapat Ibu mengenai penilaian cantik terhadap seorang wanita?
Ratna Djoko Suyanto: Bagi saya kecantikan seorang
wanita tidak hanya dinilai dari apa yang dilihat secara fisik saja, tetapi pertama-tama juga harus dinilai dari kepribadian yang ada di dalam dirinya. Apabila seorang wanita telah memiliki kepribadian yang cantik, hal-hal lain yang menyangkut kecantikan pun akan keluar dengan sendirinya.
KenCan : Mungkin lebih mudah menilai kecantikan penampilan luar, tetapi tidak mudah untuk dapat menilai kecantikan pribadi yang ada di dalam. Apakah Ibu memiliki kriteria untuk menilai bahwa seorang wanita itu memiliki kecantikan yang dari dalam?
Ratna Djoko Suyanto : Iya, tentu susah-susah gampang. Secara pribadi, saya cenderung menilai
seseorang dari tutur kata, gerak-gerik tubuhnya, dan cara ia memandang. Misalnya, ketika berinteraksi, dalam bercakap-cakap, tentu ini akan berpeluang untuk mengetahui apa yang ada di dalam pribadi orang itu. Apakah ia saling menghargai atau sebaliknya mau menang sendiri. Bagaimana ia merespon materi percakapan, apakah ia memiliki empati yang tulus ketika topik percakapan mengenai permasalahan yang mengimpit masyarakat kecil?
KenCan : Apakah mau membagikan kepada pembaca KenCan, resep kecantikan yang sekarang Anda miliki? Walau umur hampir 50 tahun dan kelelahan karena aktivitas seharian, namun cahaya kecantikan tetap merekah?
Ratna Djoko Suyanto: Terima kasih. Wah, mungkin Anda berlebihan, karena saya merasa sepertinya biasa-biasa saja sebagaimana wanita lainnya. Yah, memang benar bahwa wanita itu harus terlihat cantik. Dengan demikian adalah manusiawi sekali kalau seorang wanita akan berusaha untuk tetap cantik. Namun saya akan selalu memulainya dari dalam, yaitu bagaimana menjaga hati agar dapat menerima keadaan, selalu mensyukuri apa pun keadaan kita, belajar untuk mengendalikan emosi, yang penting juga menjadi diri kita sendiri, jangan memaksakan untuk menjadi orang lain. Berpikirlah positif, belajar untuk mengendalikan emosi (coba ambil kaca pada saat kita marah, betapa jelek wajah kita), hargailah orang lain, dan gunakan tutur kata yang santun. Jangan lupa untuk berolah raga, sebab di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula, kan! Namun jangan memaksakan berolah raga secara berlebihan, terutama olah raga outdoor (alam terbuka), sebab kulit wanita itu sensitif. Nah, kalau jiwa sehat dan pribadi baik, pikiran menjadi tenang, maka sangat mungkin kita memiliki kecerdasan sehingga menjadi bijak ketika menjalani hidup. Selanjutnya mudah bagi seorang wanita cerdas untuk mengetahui dan mendandani
hal-hal yang kurang pada fisiknya, terutama wajah.
KenCan : Sekarang bermunculan berbagai obat-obatan untuk mempercantik wajah demi penampilan seorang wanita, belum lagi pengaruh gaya hidup modern yang melanda remaja putri di tanah air. Bagaimana tanggapan Anda terhadap hal ini?
Ratna Djoko Suyanto : Obat-obatan dan gaya hidup bukan cara jitu untuk cantik. Sejak remaja, saya sudah mulai memperhatikan dan menjalani bagaimana tidur yang cukup dan selalu giat berolah raga. Saya aktif berenang, main tenis lapangan, tidak merokok, tidak minum kopi, dan rajin mengonsumsi jamu tradisional. Bahkan, dulu semasa remaja ketika pulang sekolah, saya dan teman-teman suka memakan daun bluntas.
KenCan: Daun bluntas?
Ratna Djoko Suyanto : Ya, daun bluntas yang banyak di pekarangan. Daunnya dipetik, dibersihkan dengan air, kemudian dimakan begitu saja tanpa dimasak. Eh, ternyata tanpa disadari mengonsumsi jamu tradisional dan
daun-daunan justru membuat sehat. Sampai sekarang saya masih minum jamu, tetapi buatan saya sendiri, lho! Sebenarnya, kalau mau cantik bukan dengan cara-cara instan, tetapi perlu waktu. Itulah sebabnya sedini mungkin seorang wanita harus memperhatikan dan merawat kecantikannya, baik fisik maupun pribadinya. Menjadi sehat dan cantik semestinya tidak perlu terlalu mengeluarkan biaya banyak dan mahal, asal dimulai dari menyehatkan dan
mempercantik pribadi lebih dulu. Jadi kalau dalamnya sudah cantik, otomatis mudah untuk mempercantik luarnya, bukan? Seorang wanita yang sudah cantik dari dalam tidak gampang dipengaruhi oleh gaya hidup yang berdampak buruk. Harus diingat, bahwa kecantikan seorang wanita sangat erat hubungannya dengan kesehatan. Untuk apa cantik kalau tidak sehat? Menurut pendapat saya, lebih baik sehat walaupun tidak terlalu cantik. Tetapi tentunya kita sepakat ingin sehat dan cantik….
Demikianlah bincang-bincang mengenai kecantikan wanita dengan Ibu Ratna Djoko Suyanto. Kami akhiri dengan foto bersama tim KenCan: Cathy Wenas dan Linda Perwata. Semoga kiranya bincang-bincang sejenak ini menjadi inspirasi bagi wanita dalam memaknai arti cantik yang sesungguhnya. Siapa bilang menjadi cantik hanya bagi orang muda? Justru semakin tua mesti semakin cantik, ibarat mutiara semakin tua akan semakin berkilauan. (Yosa)
dari :sumber
belajar internet merketing gratis coba aja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar